Kontak Kami

( pcs) Checkout

Toko Alat Kesehatan Mastha Medica Menyediakan berbagai macam alat kesehatan, diantaranya : kolostomi bag, stetoskop, nebulizer, kursi roda, alat cauter, walker, tongkat kruk, instrumen medis, timbangan, termometer, tensimeter, dll. Informasi selengkapnya, klik link berikut http://www.masthamedica.com/ Informasi lainnya, bisa buka link http://alatmediskesehatan.com Kami senang jika bisa melayani Anda
Beranda » Artikel & Tips Kesehatan » Anthropometri, Sudahkan Bunda Mengukur Panjang Bayinya ?

Anthropometri, Sudahkan Bunda Mengukur Panjang Bayinya ?

Diposting pada 23 Januari 2020 oleh mastha medica

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sudah sangat akrab dengan istilah tinggi badan. Yup, mengukur tinggi badan merupakan suatu hal yang sangat lumrah, bahkan setiap orang pasti pernah melakukannya. Namun bagaimana dengan panjang badan?

Istilah panjang badan memang jarang digunakan, karena istilah ini hanya digunakan untuk mengukur tinggi badan anak yang belum bisa berdiri (biasanya untuk anak usia kurang dari 2 tahun). Karena itulah digunakan istilah panjang badan karena yang diukur bukan tinggi melainkan panjang badan.

Pada masa 2 tahun pertama kehidupan (bayi dibawah dua tahun/baduta) memiliki karakteristik pertumbuhan fisik serta perkembangan sosial yang cepat. Perubahan-perubahan dapat terjadi pada masa tersebut yang akan mempengaruhi cara serta asupan makanan. Di Indonesia masalah gizi masih menjadi masalah nasional. Kelompok usia bayi dibawah dua tahun (baduta) termasuk kelompok yang rentan terhadap masalah gizi.

Kriteria utama untuk menentukan status gizi pada bayi dibawah usia 2 tahun adalah dengan menggunakan indeks antropometri. Ada 3 indeks yang dipakai yaitu berat badan untuk umur, panjang badan untuk umur dan berat badan untuk panjang badan. Status gizi dapat diklasifikasikan status gizi baik, kurang, buruk atau lebih.

Berikut penjelasan lebih lengkap mengenai panjang badan. Dozo…

Pengukuran anthropometri dibutuhkan untuk mengetahui status gizi seseorang. Pengukuran panjang badan dimaksudkan untuk mendapatkan data panjang badan anak yang belum bisa berdiri agar dapat diketahui status gizi anak. Untuk mengukur panjang badan bayi digunakan alat ukur yang disebut Length Board atau Infantometer.

Cara pengukuran :

1. Letakan pengukur panjang badan pada meja atau tempat yang rata .Bila tidak ada meja, alat dapat diletakkan di atas tempat yang datar (misalnya, lantai).
2. Letakkan alat ukur dengan posisi panel kepala di sebelah kiri dan panel penggeser di sebelah kanan pengukur. Panel kepala adalah bagian yang tidak bisa digeser.
3. Tarik geser bagian panel yang dapat digeser sampai diperkirakan cukup panjang untuk menaruh bayi/anak.
4. Baringkan bayi/ anak dengan posisi terlentang, diantara kedua siku, dan kepala bayi/anak menempel pada bagian panel yang tidak dapat digeser.
5. Rapatkan kedua kaki dan tekan lutut bayi/ anak sampai lurus dan menempel pada meja/tempat menaruh alat ukur. Tekan telapak kaki bayi/anak sampai membentuk siku, kemudian geser bagian panel yang dapat digeser sampai persis menempel pada telapak kaki bayi/ anak.
6. Bacalah panjang badan bayi/anak pada skala kearah angka yang lebih besar. Misalkan: 67,5 cm.Jangan lupa untuk mencatat hasil pengukuran.
7. Setelah pengukuran selesai, kemudian bayi/anak diangkat.

Semoga Bermanfaat !

mastha.com menjual alat pengukur tinggi bayi dengan harga murah dan kualitas terjamin, Untuk cara pemesanan, klik link disiniĀ 

 

Bagikan informasi tentang Anthropometri, Sudahkan Bunda Mengukur Panjang Bayinya ? kepada teman atau kerabat Anda.

Anthropometri, Sudahkan Bunda Mengukur Panjang Bayinya ? | Mastha.com

Belum ada komentar untuk Anthropometri, Sudahkan Bunda Mengukur Panjang Bayinya ?

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Mungkin Anda tertarik produk berikut ini:
SIDEBAR