Kontak Kami

( pcs) Checkout

Toko Alat Kesehatan Mastha Medica Menyediakan berbagai macam alat kesehatan, diantaranya : kolostomi bag, stetoskop, nebulizer, kursi roda, alat cauter, walker, tongkat kruk, instrumen medis, timbangan, termometer, tensimeter, dll. Informasi selengkapnya, klik link berikut http://www.masthamedica.com/ Informasi lainnya, bisa buka link http://alatmediskesehatan.com Kami senang jika bisa melayani Anda
Beranda » Artikel & Tips Kesehatan » Pengguna Kursi Roda Perlu Seating Clinic, Seperti Ukur Baju

Pengguna Kursi Roda Perlu Seating Clinic, Seperti Ukur Baju

Diposting pada 13 November 2019 oleh mastha medica

Tidak semua difabel kursi roda menggunakan jenis kursi roda yang sama. Setiap kursi roda yang dipakai teman disabilitas semestinya memiliki ukuran berbeda disesuaikan dengan kebutuhannya.
Contoh, bentuk kursi roda untuk tunadaksa akan berbeda dengan yang dipakai paraplegia atau penurunan fungsi motorik dan sensorik akibat cedera tulang belakang. Berbeda pula dengan kursi roda untuk penyandang polio, dan beda lagi buat anak berkebutuhan khusus dengan cerebral palsy, yaitu gangguan gerakan, otot, dan postur tubuh akibat cedera ataupun perkembangan abnormal otak .

“Dengan beragamnya kebutuhan kursi roda untuk setiap disabilitas, perlu ada pelatihan dan seating clinic,”
Dalam seating clinic dilakukan sejumlah pengukuran. Antara lain mengukur ketinggian difabel ketika duduk, kedalaman difabel ketika duduk, lebar paha, posisi kepala, dan posisi kaki. “Seating clinic itu seperti mengukur baju. Ada poin-poin pengukuran yang harus diisi,Kalau kursi rodanya tak sesuai kebutuhan akan mengakibatkan deformity atau kelainan bentuk tulang,Deformity juga merupakan bentuk disabilitas. Antara lain skoliosis atau kelainan pada rangka tubuh berupa tulang belakang yang melengkung seperti huruf S. Ada juga kyphosis atau tulang belakang membungkuk.

Kursi-kursi roda tersebut didatangkan dari pabrik pembuatannya yang berada di Amerika Serikat, Guatemala, dan Cina. Mengingat pabrik kursi roda di Indonesia baru sebatas memproduksi kursi roda standar, belum ada kursi roda berbagai bentuk yang disesuaikan kebutuhan difabel. Perakitannya dilakukan oleh mekanik Ohana dengan dibantu tenaga ahli yang sudah bersertifikasi dari Global Mobility, jaringan internasional yang menangani isu pemenuhan alat bantu mobilitas difabel.
Dari hasil seating clinic itu,memodifikasi kursi roda sesuai kebutuhan difabel. Biasanya modifikasi yang cukup rumit ditujukan bagi kursi roda untuk cerebral palsy. Misalnya, penyandang cerebral palsy yang gerakan kepala atau kakinya refleks sehingga memerlukan penyangga kepala atau sabuk pada kaki. Ada pula yang memerlukan sabuk di dada.

Selain dimodifikasi, bentuk kursi roda juga dibuat untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Seperti kursi roda untuk difabel atlet, difabel yang aktif, difabel yang tinggal di perkampungan dengan jalanan yang tidak rata, dan kebutuhan spesifik lainnya.

Setelah kursi roda dimodifikasi, barulah para disabilitas berlatih menggunakannya. Proses pelatihan untuk adaptasi memerlukan waktu satu hari hingga sebulan. Bagi difabel yang sudah terbiasa menggunakan kursi roda tentu akan lebih cepat beradaptasi. Sedangkan difabel yang baru pertama kali menggunakannya membutuhkan waktu yang relatif lama. “Karena biasanya ada bagian tubuh yang kaku. Jadi perlu terapi juga,”

Bagikan informasi tentang Pengguna Kursi Roda Perlu Seating Clinic, Seperti Ukur Baju kepada teman atau kerabat Anda.

Pengguna Kursi Roda Perlu Seating Clinic, Seperti Ukur Baju | Mastha.com

Belum ada komentar untuk Pengguna Kursi Roda Perlu Seating Clinic, Seperti Ukur Baju

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Mungkin Anda tertarik produk berikut ini:
OFF 13%
STOK HABIS
SIDEBAR